DTM
Desa Ternak Mandiri
Kemandirian menjadi faktor sangat penting untuk mencapai kesejahteraan. Konsep ini tidak hanya mencakup pengertian kecukupan diri dibidang ekonomi, tetapi juga meliputi faktor manusia secara pribadi, yang di dalamnya mengandung unsur penemuan diri berdasarkan kepercayaan diri.
Kemandirian juga adalah satu sikap yang mengutamakan kemampuan diri sendiri dalam mengatasi pelbagai masalah demi mencapai satu tujuan, tanpa menutup diri terhadap pelbagai kemungkinan kerjasama yang saling menguntungkan. Kemandirian juga mampu mengatur diri. Proses kemandirian adalah proses yang berjalan tanpa ujung. Sikap mandiri harus dijadikan tolok ukur keberhasilan karya, yakni apakah umat yang dibantu menjadi lebih mandiri atau malah semakin bergantung.
Oleh karena itu, DPU DT sangat peduli untuk menciptakan kemandirian tersebut ditengah masyarakat dhuafa,agar mereka dapat menjalani hidup ini lebih kondusif menunjang ibadah kepada Allah SWT.
Dua tahun terakhir ini, kehidupan masyarakat kita, dirasakan makin memprihatinkan. Hampir sebagian besar kebutuhan pokok naik harganya. Ketersedia-annya pun terbatas. Sementara itu daya beli masyarakat pun tak kunjung meningkat.
Apalagi masyarakat miskin, khususnya para dhuafa di perdesaan seperti para buruh tani. Merekalah yang paling berat memikul keadaan ini. Saat ini pendapatan yang tidak seberapa sebagai buruh tani/kuli macul yang hanya Rp 10.000,-/hari, pun habis hanya terbeli 2 liter beras @ Rp 4.500,- tanpa lauk. Alhasil hanya dengan garam atau minyak bekas (jelantah) sajalah, keseharian lauk mereka
Untuk itu kami DPU ingin memfasilitasi para masyarakat dhuafa di perdesaan tersebut, khususnya para peternak agar bisa mengelola kegiatan usaha terpadu, berupa penggemukkan domba dan pengolahan singkong.
Usaha pengolahan singkong dimana setiap keluarga peternak peserta program akan mengolah 40 kg singkong setiap hari. Hasilnya berupa tepung tapioka (tepung aci) dan rasi (beras singkong) akan dijual kepada mitra yang ada dan siap menampung hasil pengelolaan singkong sehingga tidak perlu mencari pembeli hasil pengolahan tersebut, sebagian lagi dikonsumsi sendiri sebagai pangan pokok alternatif pengganti beras. Konsumsi 1kg rasi setara dengan 3 liter beras. Sehingga uang untuk membeli beras, bisa dialihkan sebagian untuk memberi lauk pauk yang bergizi seperti telur atau ikan. Sedang sebagian lagi bisa dialokasikan untuk pendidikan dan kesehatan.
Sedangkan kesempatan memelihara / pengge-mukkan domba, merupakan upaya mereka untuk menambah penghasilan keluarga. Dimana setiap keluarga peternak akan diberi kesempatan untuk memelihara / menggemukkan 5 ekor domba selama 3 bulan. Sehingga setiap 3 bulan sekali, mereka akan mendapat tambahan penghasilan dari usaha peternakan mereka.
TUJUAN
- Menambah penghasilan peternak dan petani
- Mengurangi pengangguran
- Adanya pendapatan tetap
- Pemberdayaan masyarakat dhuafa
- Terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan & papan
- Keluar dari garis kemiskinan
POLA BANTUAN
- Pemberian hewan ternak minimal 5 ekor untuk 1 KK
- Penangan kesehatan hewa
- Pemberian 40 kg singkong untuk 1 KK perhari
- Pemberian mesin parut manual 1 unit untuk 5 KK
- Pemberian pelatihan dan pendampingan
SISTEM PEMBERDAYAAN
- Pelatihan beternak sistem modern
- Pelatihan pengolahan singkong
- Pendampingan 1 minggu dua kali
- Pepenguatan ruhiyah berbasis masjid
- Pelatihan kewirausahaan dan kepemimpinan
BENTUK PROGRAM
- Penggemukkan domba
- Pembibitan domba
- Pengolahan singkong
- Pengalihan makanan pokok dari nasi menjadi rasi (beras singkong)
- Pemanfaatan halaman sekitar rumah dengan tanaman yang bermanfaat
- Pengadaan ternak lain seperti itik, belut dll
Donasi :
- Rp. 500.000,-/orang untuk 1 ekor kambing
PRODUK YANG DITAWARKAN:
- Domba aqiqah
- Daging domba untuk pasar
- Domba qurban
- Domba untuk diternakan
- Rasi dan Tepung Rasi
- Makanan olahan (TERAS)
- Kue kering TERAS
- Bolu TERAS
- Kerupuk TERAS
- Makanan yang sejenis yang terbuat dari TERAS


