Sejarah DPUDT Yogyakarta
SEJARAH AWAL BERDIRI DPU DT
CABANG YOGYAKARTA
Ba’da Subuh pukul 05.45 tanggal 27 Mei 2006, Wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebagian wilayah Jawa Tengah diguncang gempa bumi berskala 5,9 R. Bencana gempa tersebut telah menimbulkan kerusakan dan kerugian yang besar baik secara materi maupun non materi. Bangunan fisik seperti rumah,gedung,jalan,jembatan tempat ibadah hancur luluh lantak dan lebih dari 6000 jiwa meninggal dunia, sedangkan masyarakat yang selamat mengungsi di tenda-tenda pengungsian sementara dan pindah ketempat sanak saudara yang dirasa cukup aman.
Kiprah DPU-DT dimulai 2 jam setelah gempa berlangsung. Beberapa relawan DPU-DT yang tergabung dari relawan Gemanusa Jogja serta radio MQFM Jogja sudah bergerak membantu menyelamatkan korban gempa. Kemudian pada hari itu juga, DPU-DT pusat mengirimkan tim yang membawa bantuan yang terdiri dari SATGANA DPU-DT (Santri Penanggulangan Bencana) yang bertugas sebagai tim pelopor. Tim ini bertugas untuk membuka akses bantuan,mendirikan posko darurat dan asesment data.
Dengan tujuan mengembalikan kondisi daerah bencana dan bahkan menjadikan kondisi daerah bencana menjadi lebih baik dari keadaan sebelumnya DPU-DT mengupayakan agar Sinergi dan kerjasama dengan berbagai pihak terus digalang, mengirimkan relawan-relawan propesional serta secara bertahap dan berkesinambungan memberikan bantuan yang tepat dan dibutuhkan oleh korban gempa.
Posko DPU-DT-Gemanusa di dirikan di Jl. Imogiri Timur Km. 9, dusun jati Rt.1 kelurahan Wonokromo. kec. Pleret Kab. Bantul, DIY. Pada masa tanggap darurat/ emergenci Posko Darurat DPU-DT bertempat di Puskesmas Pleret. Adapun tahapan program yang dilakukan adalah sebagai berikut :
- PROGRAM TANGGAP DARURAT / EMERGENCY (27 Mei – 11 Juni 2006)
- Evakuasi Korban
- Pengobatan Gratis
- Dapur Umum
- Distribusi Logistik
- Mushola darurat
- Perapihan Puing-puing
- PAR (Pendampingan Anak dan Remaja)
- PROGRAM RECOVERY (Juni – Desember 2006)
- Fisik
1). Pembangunan Mushola Al Amin
2). Rehabilitasi Saluran Air DAM Grojogan
3). Rehabilitasi Masjid Daarul Abror
4). Pembangunan Mushola SD Jejeran
5). Pembangunan Musahola SD Jolosutro
2. Pendidikan (SDM)
1). Happy Center
2). RPAY (Rumah Pulih Anak Yogyakarta)
3). PPY (Pemuda Pelopor Yogyakarta)
4). Pesantren Kilat Ramadhan MQ
5). Perpustakaan Umum
6). Pendistribusian alat sekolah dan alat Ibadah
Pelayanan Masyarakat
1). Klinik Kesehatan Gratis
2). Pengajian Warga
3). Tebar Ustad DT
4). Perekrutan Peserta Baby Sitter
5). Pendistribusian Radio
6). Pendistribusian MP ASI
7). Tebar Paket lebaran Peduli Korban Bencana
8). Tebar Qurban Peduli Korban Bencana
TAHAP DEVELOPMENT
Program yang digulirkan adalah :
Pemberdayaan ekonomi Produktif Misykat
Pemberdayaan Pemuda Pelopor Yogyakarta
Bantuan Kemanusiaan Bencana Angin Puting beliung Yogyakarta
Pada tahap ini, kondisi masyarakat Jogjakarta sudah mulai pulih,kegiatan perekonomian sudah mulai berjalan, meskipun masih lambat namun taraf kehidupan masyarakat sudah meningkat. Oleh karenanya, bentuk program yang digulirkan pun di khususkan pada segmen tertentu saja serta akan berjalan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Program Development bertujuan agar keberlangsungan dan kesinambungan program bisa terus berlanjut dengan target tercapainya kemandirian. Agar program ini bisa berjalan maka sistem yang dikelola harus secara sistematis oleh SDM yang profesional. Sehingga muncullah ide untuk mendirikan Koordinator wilayah (Koorwil) DPU-DT Yogyakarta, Hal lain yang menjadi pertimbangan untuk didirikan DPU-DT di Yogyakarta adalah :
1. Yogyakarta merupakan kota yang potensial
2. Program sudah berjalan dimasyarakat
3. sudah memiliki jaringan dan mitra yang loyal
4. Masih memiliki dana korban gempa yang harus segera disalurkan.
5. Sudah memiliki SDM (relawan posko) yang berpengalaman dilapangan.
Setelah melalui Rapat koordinasi dengan pihak manajemen DPU-DT pusat dan pengurus Yayasan Daarut Tauhiid Bandung maka di putuskan untuk di Buka kantor DPU-DT Yogyakarta dengan status Korwil (koordinator wilayah) berdasarkan surat Keputusan No. 03/SK/Dir.DPU/YYS-DT/III/2007 yang ditandatangani oleh Direktur DPU-DT H.M. Iskandar pada tanggal 07 maret 2007. dengan kepengurusan sebagai berikut :
Ketua : Edwar Suhendar
Adkeu : Wiwin Prasetiowati
Kadiv Fundrising : Yudhi Widyatmoko
Kadiv Pendayagunaan : Jajang Nurjaman
Staf Fundraising : Nurdin Saeful Baladi
Staf Fundrasiing : Istiqomah
Staf Pendayagunaan : Enung Nurhasanah
Staf Pendagayunaan : Ajeng Laela Rahmadiani M
Dengan dibukanya DPU-DT yogyakarta maka secara otomatis ditutuplah posko Recovery gempa jogja dan program-program Posko di determinasikan ke DPU-DT Yogyakarta.
DPU-DT Yogya secara efektif mulai menjalankan tugasnya pada bulan April 2007 yang bertempat di sebuah ruko lantai 2 dan 3 Jl. K.H. Wakhid Hasyim No. 55B kel. Notoprajan. Ngampilan. Yogyakarta.
Setahun kemudian pada tanggal 1 April 2008 DPU-DT Yogyakarta pindah kantor ke Jl. Agus Salim No 56 A. Kel Notoprajan, Ngampilan, Yogyakarta. Di tahun kedua ini terjadi Perubahan struktur kepengurusan sehingga SDM yang masih berkarya berjumlah 6 orang. Pada bulan Desember 2008 terjadi peralihan Kepemimpinan dimana Bapak Edwar Suhendar di tarik ke Bandung dan digantikan oleh Bapak April Purwanto yang mulai aktif menjalankan tugasnya pada bulan januari 2009.

