Menghitung Zakat Profesi

Penghasilan/gaji bulanan apakah harus dikeluarkan zakatnya? Kalau ya hitungannya bagaimana? Gaji bersih yang dibawa ke rumah atau gaji kotor sebelum dipotong tagihan angsuran-angsuran mohon penjelasan bapak.(M Nur, PT Pos, DI Yogyakarta)
Jawaban: Zakat Profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila telah mencapai nishab zakat. Profesi dimaksud mencakup, profesi sebagai pegawai negeri/swasta, wiraswasta dan lain-lain.
Penghasilan profesi wajib dikeluarkan zakatnya karena termasuk dalam cakupan firman Allah:
”Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji” (QS Al Baqarah 267)
Hadits rasulullah SAW: “Barangsiapa memanfaatkan (profesi untuk mendapatkan ) harta maka ia tidak wajib bayar zakat kecuali sudah sampai satu tahu” (HR Turmudzi, hadits mauquf).
PENDAPAT ULAMA
1 Pendapat As-Syafi‘i dan Ahmad mensyaratkan haul (sudah cukup setahun) terhitung dari kekayaan itu didapat.
2 Pendapat Abu Hanifah, Malik dan ulama modern, seperti Muh Abu Zahrah, Abdul Wahab Khalaf dan lain-lain mensyaratkan haul tetapi terhitung dari awal dan akhir harta itu diperoleh, kemudian pada masa setahun tersebut harta dijumlahkan dan kalau sudah sampai nishabnya maka wajib mengeluarkan zakat.
3 Pendapat Ibnu Abbas, Ibnu Mas‘ud, Umar bin Abdul Aziz dan ulama modern seperti Yusuf Qardhawi dan lain-lain tidak mensyaratkan haul, tetapi zakat dikeluarkan langsung ketika mendapatkan harta tersebut. Mereka mengqiyaskan dengan Zakat Pertanian.
PERHITUNGAN NISHAB
Menurut pendapat kami nishab zakat profesi diqiyaskan dengan nishab zakat ‘az-Zuru’ wa Tsimar’ (tanaman dan buah-buahan) yaitu 5 wasaq. Rasulullah SAW bersabda:
” Tidak ada zakat pada hasil tanaman yang kurang dari lima wasaq”**) (HR Ahmad dan al-Baihaqi dengan sanad jayyid).
” Dan tidak ada zakat pada kurma yang kurang dari lima wasaq” (HR Muslim).
WAKTU MENGELUARKAN
Penghasilan profesi yang telah mencapai nishab, zakatnya dikeluarkan pada setiap kali menerimanya, diqiyaskan dengan waktu pengeluaran zakat tanaman yakni setiap kali panen, Allah berfirman:
Artinya:”…Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya)…” (QS Al An’am 141). Untuk penghasilan harian atau pekanan yang belum mencapai nishab diakumulasikan selama satu bulan, bila mencapai nishab maka dikeluarkan zakatnya setiap bulan.
KADAR ZAKAT YANG DIKELUARKAN
Penghasilan profesi dari segi wujudnya berupa uang. Dari sisi ini, ia berbeda dengan hasil tanaman, dan lebih dekat dengan ‘naqdain’ (emas dan perak). Oleh sebab itu, maka kadar zakat profesi yang dikeluarkan diqiyaskan berdasarkan zakat emas dan perak, yaitu ‘rub’ul usyur’ atau 2, 5% dari seluruh penghasilan kotor. Nash yang menjelaskan kadar zakat ‘naqdaian’ sebanyak 2, 5% adalah sabda Rasulullah SAW:
” Bila engkau memiliki 20 dinar (emas) dan sudah mencapai satu tahun, maka zakatnya setengah dinar (2, 5%)”(HR Ahmad, Abu Dawud dan al-Baihaqi).
” Berikanlah zakat perak dari 40 dirham dikeluarkan satu dirham. Tidak ada zakat pada 190 dirham (perak), dan jika telah mencapai 200 dirham maka dikeluarkan lima dirham”(HR Ashabus Sunan).
**) 1 wasaq = 60 sha’, 1sha’ = 2, 176 kg, Maka 5 wasaq = 5 x 60 x 2, 176 = 652, 8 kg gabah. Jika dijadikan beras sekitar 520 kg






