Seorang Muslim Mestinya Dapat Dipercaya

Muslim DIpercaya

TIDAK bisa kita pungkiri bahwa sifat amanah (kejujuran) adalah hal yang mulai langka saat ini. Padahal sifat amanah itu adalah syarat menuju kebangkitan dan kejayaan. Tidak akan ada orang yang tampil menjadi pemimpin besar tanpa memiliki sifat amanah. Karena keadilan tidak akan tegak kecuali di tangan orang-orang yang dapat dipercaya.

Hari ini, tidak sedikit orang yang mengutamakan cara berpikir pragmatis dalam bekerja juga termasuk dalam berdakwah. Inilah yang menjadikan kondisi umat Islam secara keseluruhan belum mampu tampil ke permukaan sebagai umat terbaik.

Akhirnya muncul logika, “Apa yang bisa saya dapatkan”. Padahal motto hakiki yang mesti dimiliki setiap Muslim adalah, “Apa yang bisa saya bantu, apa yang bisa saya berikan,” bukan sebaliknya. Apalagi ikut-ikutan pakai jurus ‘aji mumpung’. “Yah, mumpung masih menjabatlah, cepat-cepat kumpulin kekayaan. Lima tahun lagi kalau gak kepilih kan gak bisa menikmati!”

Kalau kita data, ada cukup banyak anggota DPR, pejabat negara yang tersandung kasus korupsi dan harus mendekam dalam bui. Sementara itu, mereka juga orang Islam yang dari namanya saja sudah bisa diketahui.

Dalam dunia dakwah juga mulai banyak praktik pragmatisme ini. Ketika seorang aktivis ditunjuk sebagai ketua misalnya. Logika yang terbangun adalah, “Wah untuk apa saya susah-susah mengerjakan hal-hal begini. Belum tentu nanti kalau bagus hasilnya saya bisa menikmati.”

Logika itulah yang menjadi sebab utama, mengapa umat Islam miskin produktivitas, miskin prestasi. Bekerja tidak lagi murni karena Allah, tidak lagi murni karena memperjuangkan umat Islam.

Tengoklah bagaimana sikap kaum Anshor tatkala menerima kedatangan kaum Muhajirin yang datang ke Madinah. Kaum Muhajirin datang ke Madinah tanpa perbendaharaan harta (istilah sekarang MADESU alias masa depan suram).

Akan tetapi kaum Anshor tak ragu untuk berbagi dengan kaum Anshor. Seluruh milik mereka dipersilakan separuhnya untuk kaum Muhajirin.

Apa pasal kaum Muhajirin berani bersikap seperti itu? Karena kaum Anshor mengenal dengan pasti bahwa kaum Muhajirin adalah para pengikut utama rasulullah saw yang tentu jika diberi kepercayaan akan memiliki komitmen, punya etos kerja yang bagus, juga memiliki dedikasi yang tinggi.

Kunci Sukses Nabi

Amanah adalah senjata utama rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. Sejak kecil beliau telah dikenal oleh penduduk Makkah sebagai al-amin (orang yang jujur, dapat dipercaya). Perangainya yang jujur tersebut membuat saudagar kaya-raya, Khadijah tertarik merekrut beliau sebagai direktur pemasaran dalam perniagaan yang diusahakannya.

Bahkan karena kekagumannya yang tak terbendung akan kejujuran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam, Khadijah pun yakin dengan sepenuh hati, bahwa dirinya tidak akan merugi bila melamar rasulullah saw sebagai suaminya. Artinya sikap amanah nabi kala itu telah mengantarkan beliau sukses menjadi figur di tengah masyarakat, sukses sebagai pedagang, sebagai pemimpin dan sebagai utusan Allah SWT.

Jadi pantaslah jika Rasulullah menegaskan bahwa amanah adalah cermin keimanan seorang Muslim. “Rasulullah tidak pernah berkhutbah untuk kami kecuali ia mengatakan : “Tidak adakeimanan bagi orang yang tidak memiliki amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak pandai memeliharanya.” (HR Imam Ahmad bin Hambal).

——

Setiap Kita Mengemban Amanah

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda; “Masing-masing kalian adalah pemimpin, dan masing-masing kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang imam adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya, dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, dan seorang pembantu adalah pemimpin dalam memelihara harta tuannya dan ia akan ditanya pula tentang kepemimpinannya”, (HR Imam Bukhori).

Oleh karena itu, marilah kita berupaya menumbuhkan sikap amanah dalam diri kita. Yaitu dengan sungguh-sungguh memelihara iman. Kaya jangan membuat kita kikir, apalagi sombong, semena-mena, karena harta benda itu hakikatnya hanyalah titipan bahkan boleh jadi justru sebuah ujian.

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. 8 : 29).

Sebaliknya Allah melarang setiap Muslim menjadi pengkhianat atau pengabai amanah. Sebagaimana Allah SWT tegaskan;

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al-Anfal : 27).

Ringkasnya sebagai apapun, kita wajib menjadi Muslim yang amanah. Jika anda guru, maka mengajarlah dengan penuh semangat dan keteladanan. Jika anda pejabat, maka bekerjalah dengan penuh semangat untuk kepentingan ummat. Jika anda pelajar, maka belajarlah dengan sungguh-sungguh demi mendapat ilmu yang bermanfaat untuk menegakkan agama AllahSubhanahu Wat’ala.

Jika bukan amanah Allah yang kita perjuangkan lantas kebahagiaan dari siapa yang bisa kita harapkan? Tanpa mentalitas amanah yang baik, mustahil kebangkitan umat Islam akan tegak di muka bumi. Wallahu a’lam./Imam Nawawi

 

Baca Juga
“BACK TO NATURE” JELAJAH PEMBERDAYAAN
Sleman - Hari Sabtu-Ahad,tanggal 4 - 5 Februari 2012 Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU-DT)  ...
Baca Juga
DonaturNominalMuhammad Azam (Bpk)100000Keluarga Abdul Ghofur (Bpk)300000Sigit Susilo100000Agustin (Ibu)100000Yuni Ibu100000KOPMA UIN11000 Natalia, SH.MKn (Ibu)646000Mitra Komputer139700Firdaus ...
Baca Juga
bantuas sosial ibu anti
YOGYAKARTA - Pada hari selasa 06 Februari 2012 DPU DT Jogja memberikan santunan untuk biaya ...
Baca Juga
Ust Miftah Faridl
Bagaimana cara menyadarkan istri yang egois, kurang menghargai orang lain, keluarga bahkan terhadap suaminya?Seorang istri ...
Baca Juga
Ummu Haram Binti Malhan
Beliau adalah Ummu Haram binti Malhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub bin ...
Baca Juga
Ust Miftah Faridl
Bagaimana hukumnya berziarah ke makam para wali, bertawasul, berdoa pada Allah di tempat makam wali ...
Baca Juga
Pengajian bersama Ust. Didik Purwodarsono
Kulon Progo - Senin 23 April 2012 pkl 08.30 WIB DPU Daarut Tauhiid mengadakan Pengajian ...
Baca Juga
sehat dengan sodaqoh
HIDUP adalah perjuangan yang harus ditempuh dengan liku-liku dan penuh problematika. Di antara problem hidupan ...
Baca Juga
DonaturNominalGanesha Windhiarto250000Anglo Resto59000Yogi (Ibu)225000Goeboex Coffe75000Sari Supriati (Ibu)250000Hamba Allah (Kurban)600000Isyrofi Susianto (Bapak)1500000Bpk. Bayu Eko ...
Baca Juga
11-11-2011 DPU-DT Jogja tampil dengan wajah baru
DPU Daarut Tauhiid Yogyakarta sudah berdiri sejak lima tahun yang lalu, berbagai perubahan dan perbaikan ...
Baca Juga
“BACK TO NATURE” JELAJAH PEMBERDAYAAN
Donatur 10 Februari 2012
Santunan Biaya Kontrak Rumah
Menyadarkan istri yang egois
Ummu Haram Binti Malhan
Hukum berziarah ke makam wali ?
Pengajian bersama Ust. Didik Purwodarsono
Lebih “ Sehat “ dengan Shodaqoh
Donatur 14 November 2011
11-11-2011 DPU-DT Jogja tampil dengan wajah baru

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>